Ya, benar hari ini di bulan ramadhan ini saya tidak sengaja saya dikerubuti PSK.
Jadi begini ceritanya. Hari ini nenek saya sakit jantungnya kumat, oleh karena itu ibu saya yang sedang bekerja di kantorpun mengantarnya ke RS Persahabatan di daerah Rawamangun Jakarta Timur. Lalu habis magrib ibu saya menyuruh saya datang ke RS agar saya bisa mengantar ibu pulang ke rumah.
Singkat cerita, saya segera pergi kesana. Dari UKI saya naik M 06A (Gandaria – KP Melayu) turun di Prumpung Jatinegara untuk kemudian melanjutkan naik M 02 (KP Melayu – Polo Gadung) ke RS Persahabatan. Ketika turun di prumpung itulah saya tidak sengaja (karena tidak tahu) turun tepat di depan gerombolan PSK yang sedang mangkal. Selesai bayar angkot beberapa PSK langsung mengerubungi saya sambil berkata “Mau kemana mas?”, “Sama saya aja”, “Mas ganteng deh” , dll.
Saya pun segera berjalan dengan cepat kearah halte yang berada kira-kira 10 meter dari situ, namun satu orang masih mengikuti, malah ketika sudah sampai halte dia sampai merangkul bahu saya padahal saya sudah berkali-kali menolak. Bahkan dia sempat bilang “buat mas gratis deh”.
Untungnya saya tetap tidak tergoda dan terakhir saya bilang (dengan muka cemberut) “Udah lah mbak, mbak kesana saja lagi!” sambil menunjuk gerombolan PSK tadi. Akhirnya dia menyerah juga dan kembali ke tempat mangkalnya. Tak lama kemudian Mikrolet M 02 datang dan saya segera pergi dari situ.
Parah juga ya, selama bulan ramadhan kegiatan mereka tidak berhenti, malah menggoda cowok baik-baik seperti saya ini. Jadi bagaimana sebaiknya? lapor FPI?